Kasus Anak Cacingan di Purbalingga Rendah

INFO PURBALINGGA – Enam anak SD di Kabupaten Purbalingga positif cacingan. Temuan ini dari hasil uji sampel terhadap 309 anak SD di Purbalingga.

Prevalensi kecacingan pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Purbalingga dari uji sampel yang dilakukan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Pengendalian Penyakit Yogyakarta pada 10 sampai 14 September 2019 itu sebesar dua persen.

Plt. Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Purbalingga, Teguh Widodo mengatakan, jika mengacu angka kecacingan nasional yakni harus di bawah 10 persen, angka kecacingan di Kabupaten Purbalingga termasuk rendah.

Meskipun angka cacingan di Purbalingga rendah, ini harus ditekan serendah mungkin bahkan dhilangkan di Kabupaten Purbalingga. Pasalnya, kecacingan pada anak SD diduga sebagai salah satu faktor pemicu stunting atau tumbuh kembang lambat pada anak.

“Apalagi, stunting di Kabupaten Purbalingga termasuk kategori tinggi baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun nasional,” ujar Teguh seusai acara Diseminasi Hasil Survey Kecacingan pada Anak Sekolah, di Graha Srikandi.

Ia menerangkan, kecacingan itu meliputi jenis cacing gelang, cambuk dan cacing tambang. Kecacingan ini, lanjutnya rentan menyerang anak-anak karena perilaku yang tidak sehat.

Menurut dia, banyak langkah yang dapat dilakukan untuk menekan angka kecacingan.

Menurut dia, belum semua masyarakat mempunyai akses jamban. Karenanya, program itu bisa diarahkan ke sana. Selain itu, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), di antaranya cuci tangan harus terus diterapkan sehari-hari. Pihaknya akan terus menggerakan pola hidup sehat yang sesuai agar masyarakat terbebas dari kecacingan.

“Terus akses air bersih kan juga belum 100 persen , nah secara otomatis ini harus kita kejar dan kami akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait,” terang Teguh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*